TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian besar pedagang di Kios Panjang, Pasar Inpres Karang Tumaritis, Nabire, Kamis (27/5) pagi masih takut berjualan setelah pada Rabu (26/5) malam mendengar kabar bahwa puluhan warga Nabire mengamuk.
Warga juga mengancam berencana membakar Pasar Inpres Tumaritis, Nabire. Pada Rabu malam, polisi yang berjaga-jaga disekitar Kios Panjang, Pasar Inpres Tumaritis terlibat bentrok dengan puluhan warga yang mengamuk dan bergerak menuju pasar. Sejumlah polisi dilaporkan menderita luka akibat benrtrokan ini, belum diketahui korban luka dari kelompok warga.
Pada Kamis pagi, puluhan polisi, terlihat berjaga-jaga dan melakukan sweeping di sekitar Kios Panjang, Pasar Inpres Tumaritis Nabire. Kemarahan puluhan warga Nabire dipicu oleh kematian salah satu warga setelah ditabrak tukang ojek pada Rabu (26/5) malam, sekitar pukul 21.00 waktu Papua.
Pedagang pasar yang mendapat informasi bahwa massa yang mengamuk hendak membakar pasar pada Rabu malam, segera mengamankan semua barang dagangannya ke rumah masing-masing. Sebagian lagi berjaga-jaga di sekitar pasar.
”Pagi ini (Kamis pagi) pedagang di Kios Panjang Pasar karang Tumaritis masih takur berjualan. Pedagang masih trauma, takut kejadian penyerangan seperti di Kota Lama terulang lagi,” kata Syamsul.
Pedagang Pasar Karang Nabire Masih Takut Berjualan
4/
5
Oleh
Unknown